contoh daftar riwayat hidup cv - lokerpurwokertocoid

7 Contoh Daftar Riwayat Hidup (CV) untuk Melamar Pekerjaan

1560 Dilihat

Contoh Daftar Riwayat Hidup – Seseorang yang sudah selesai menempuh pendidikan dan siap bekerja, perlu menyusun daftar riwayat hidup untuk melamar pekerjaan yang diinginkan. Riwayat hidup (curriculum vitae) merupakan dokumen yang menjabarkan kualifikasi dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang.

Selain sebagai pendamping surat lamaran, daftar riwayat hidup harus memuat informasi yang sifatnya penting saja dan mendukung diri pelamar untuk mendapatkan pekerjaan tertentu. Dengan melihat curriculum vitae yang padat dan jelas, maka pihak perekrut akan lebih mudah dalam memperoleh gambaran awal dari pihak pelamar.

Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup

Dalam penulisan daftar riwayat hidup, tidak ada format universal yang dipakai oleh semua negara. Sebab, setiap negara memiliki pandangan masing-masing mengenai informasi apa saja yang dapat diperlihatkan.

Misalnya, Indonesia mengharuskan untuk memasukan identitas pribadi seperti tempat & tanggal lahir, pasfoto terbaru, status perkawinan dan agama. Namun, informasi tersebut dianggap tabu oleh negara tertentu sehingga tidak dicantumkan dalam curriculum vitae.

Lebih lengkapnya, berikut informasi yang perlu ditulis saat menyusun daftar riwayat hidup yang benar:

1. Identitas Diri

Daftar riwayat hidup mensyaratkan adanya informasi mengenai identitas diri pelamar. Bukan bertujuan untuk disalahgunakan, melainkan agar perusahaan atau instansi dapat menghubungi pelamar untuk memberitahu informasi terkait proses seleksi.

Selain itu, pencantuman identitas diri juga menjadi bukti bahwa pelamar adalah benar-benar warga negara yang terdaftar dan menetap di Indonesia. Pihak perekrut dapat menjadikan data diri sebagai pertimbangan apakah pelamar sudah memenuhi syarat administrasi dasar atau belum.

Hal inti yang perlu ditulis meliputi nama lengkap, tempat & tanggal lahir, alamat lengkap, nomor telepon yang aktif dan alamat email. Penambahan agama dan umur terkadang juga dibutuhkan, terutama jika perusahaan menyorot dua hal tersebut dalam persyaratan perekrutan pegawai.

2. Riwayat Pendidikan Formal dan Non Formal

Setiap perusahaan yang membuka penerimaan karyawan pasti mensyaratkan jenjang pendidikan tertentu yang disesuaikan dengan job desc. Dengan begitu, pelamar yang lolos memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan secara maksimal.

Umumnya, perusahaan hanya akan mencantumkan pendidikan terakhir sebagai persyaratan, misalnya SMA/SMK dan S1. Namun dalam daftar riwayat hidup, sebaiknya ditulis jenjang pendidikan yang sudah ditempuh sejak awal sampai yang terakhir.

Informasi tersebut tentu dapat dijadikan bahan pertimbangan tambahan oleh perusahaan. Selain nama instansi sekolah, perlu ditulis tahun masuk, tahun lulus, jurusan dan nilai akhir akademis khususnya untuk jenjang perkuliahan.

Bagi yang pernah menempuh pendidikan non formal pun bisa mencantumkan informasi tersebut dalam curriculum vitae. Misalnya, pelatihan komputer, kelas bahasa isyarat, kelas public speaking, pelatihan menjahit dan kelas public relation.

Pendidikan non formal tersebut dapat menjadi nilai plus bagi pihak perusahaan. Namun, sebaiknya cantumkan pendidikan non formal yang sekiranya dapat mendukung job desc dari posisi yang dilamar.

3. Pengalaman Kerja

Selanjutnya, riwayat pekerjaan juga penting dicantumkan dalam curriculum vitae. Informasi tersebut menjadi bukti bahwa pelamar sudah memiliki pengalaman bekerja di bidang yang serupa sehingga lebih meyakinkan.

Riwayat pekerjaan juga kerap menjadi persyaratan utama yang diminta perusahaan. Misalnya, lowongan sebagai Staf Administrasi meminta para pelamar sudah berpengalaman selama minimal 1 tahun di posisi tersebut.

Bagaimana dengan para fresh graduate? Tidak perlu khawatir sebab banyak perusahaan yang menerima pelamar yang baru lulus kuliah. Para pelamar tersebut dapat mencantumkan pengalaman magang selama kuliah sebagai gantinya.

4. Pengalaman Organisasi dan Kepanitiaan

Pengembangan diri dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengikuti organisasi. Melalui organisasi selama sekolah atau kuliah, seseorang memiliki wadah untuk melatih keberanian, kedisiplinan, ketelitian, ketangkasan dan berbagai kemampuan baru lainnya.

Kemampuan tersebut tidak bisa didapat hanya dengan duduk di bangku sambil mendengarkan ceramah guru. Dengan tergabung dalam organisasi, pelamar dapat mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam dunia kerja nantinya.

Maka dari itu, riwayat organisasi dan kepanitiaan yang pernah dilakoni penting untuk dicantumkan dalam curriculum vitae. Informasi tersebut bersifat menjual sehingga meyakinkan perusahaan bahwa pelamar memang memiliki nilai tambah.

Bagi yang pernah tergabung dalam banyak organisasi, maka cukup cantumkan beberapa yang menonjol saja. Sertakan juga posisi yang diemban dan lama waktu bergabung dengan organisasi tersebut.

5. Pengalaman Seminar dan Workshop 

Informasi mengenai pengalaman pelamar dalam mengikuti seminar dan workshop cukup penting sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan.

Sebab, seminar merupakan wadah untuk menimba banyak ilmu, memperluas jaringan pertemanan dan melatih diri untuk lebih mahir bersosialisasi. Maka dari itu, pelamar yang memasukan pengalaman seminar tentu memiliki kelebihan di mata perusahaan.

Selain seminar, kegiatan lain seperti workshop juga perlu ditulis untuk menunjukan bahwa pelamar memiliki kualitas dan kemampuan yang tidak abal-abal. Jangan lupa sertakan sertifikat seminar dan workshop dalam bagian lampiran sebagai bukti.

6. Kemampuan

Informasi lain yang tidak kalah penting adalah daftar kemampuan apa saja yang dikuasai oleh pihak pelamar. Adapun kemampuan dasar yang sudah umum dicantumkan yakni kemampuan mengoperasikan komputer, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja dalam tim maupun mandiri.

Sebab, kemampuan tersebut memang dibutuhkan dalam setiap bidang pekerjaan. Selain itu, keahlian lain juga bisa ditambahkan, misalnya menggunakan bahasa asing secara aktif maupun pasif dan menghitung dengan cepat serta tepat.

Apabila perusahaan mensyaratkan kemampuan khusus, pelamar juga wajib mencantumkan dalam CV. Salah satu contohnya, kemampuan mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat dengan baik.

7. Referensi

Apakah familiar dengan bagian referensi dalam CV? Sebenarnya, referensi bersifat opsional sehingga tidak wajib dicantumkan. Referensi berisi informasi tentang pihak ketiga yang mengenal seluk beluk pelamar.

Tujuannya agar perusahaan memiliki alternatif untuk mengorek tentang pelamar lebih dalam melalui pihak ketiga. Misalnya, seorang fresh graduate yang melamar menjadi guru honorer mencantumkan kontak dosen pembimbing selama kuliah di bagian referensi.

Baca Juga:

Dengan begitu, pihak sekolah dapat menghubungi dosen pembimbing untuk menanyakan kemampuan yang dimiliki pelamar. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa pihak ketiga tersebut bersedia.

Adapun kriteria CV yang baik dan benar meliputi:

  • Menggunakan bahasa baku yang sesuai dengan PUEBI sehingga mudah dipahami;
  • Menggunakan kertas polos berwarna putih dengan tinta berwarna hitam;
  • Menggunakan font yang nyaman dilihat seperti times new roman dan arial;
  • Menerapkan tata letak yang rapi, tidak berlebihan dan indah dilihat;
  • Mencantumkan informasi yang sesuai fakta dan tidak dibuat-buat;
  • Menggunakan 1 hingga 2 halaman saja karena CV yang ringkas dan jelas lebih dianjurkan.

Contoh Daftar Riwayat Hidup yang Lengkap untuk Melamar Pekerjaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.