6 Contoh Surat Lamaran Pekerjaan beserta Strukturnya

3105 Dilihat

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan – Siapapun yang akan mengambil kesempatan ketika ada lowongan kerja, pasti harus menyusun surat lamaran pekerjaan. Sekalipun lewat online, surat lamaran tetap menjadi persyaratan wajib. Kabar baiknya, ada banyak contoh surat lamaran pekerjaan yang dapat dijadikan referensi.

Bukan sekadar formalitas, surat lamaran pekerjaan memiliki fungsi yang krusial. Pihak perekrut tidak hanya akan membaca sepintas, melainkan memperhatikan dengan teliti setiap surat lamaran. Tidak mengherankan apabila ada pelamar yang kerap ditolak, karena surat lamaran yang kualitasnya jelek.

Maka, penting untuk benar-benar mengetahui cara menyusun surat lamaran yang dilirik oleh HRD sehingga bisa lolos seleksi administrasi.

Cara Membuat Surat Lamaran Pekerjaan

1. Menentukan Apakah Surat akan Ditulis Tangan atau Diketik

Sebenarnya tidak ada ketentuan yang saklek mengenai hal ini, namun hal ditulis tangan atau diketik tetap penting untuk dipertimbangkan.

Apabila, pekerjaan yang dilamar mengharuskan pengiriman dokumen secara online, maka sudah jelas kalau surat lamaran harus diketik. Apabila harus mengumpulkan berkas fisik, maka pilihannya ada dua.

Kelebihan surat lamaran yang diketik adalah lebih rapi dan mudah dibaca, sehingga tidak memunculkan kesalahpahaman. Apabila perusahaan atau instansi yang dituju tidak mencantumkan ketentuan khusus, maka lebih baik diketik saja.

Apabila memilih tulis tangan pun tidak masalah, asalkan bentuk tulisannya jelas dan terbaca. Surat lamaran kerja yang ditulis tangan juga menunjukan keseriusan dari pihak pelamar.

Beberapa perusahaan atau instansi yang mensyaratkan tulisan tangan biasanya memiliki tujuan untuk meraba karakteristik pelamar. Sebab dalam ilmu psikologi, tulisan tangan seseorang dapat mencerminkan kepribadian yang dimiliki.

2. Menggunakan Susunan Kalimat yang Efektif

Perlu diketahui bahwa larangan dalam surat lamaran adalah dibuat terlalu panjang dan berbelit-belit. Gunakanlah susunan kalimat yang efektif sehingga isi surat mudah dipahami oleh pihak penerima.

Dengan menggunakan kalimat yang efektif, berarti Anda sudah berhasil membangun komunikasi yang baik dengan pihak perusahaan atau instansi yang dituju. Sebab, pesan yang ditulis akan tersampaikan secara tepat.

Syarat yang wajib dipenuhi untuk menulis surat lamaran dengan kalimat efektif yaitu pemilihan kata, penggunaan tanda baca dan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia.

Pilihlah kata-kata baku yang dapat menyampaikan makna secara jelas. Tempatkan pula tanda baca dan ejaan dengan benar sehingga tidak mengaburkan pesan pada suatu kalimat.

Selain itu, gunakan juga kata sapaan dengan baik. Misalnya, “Ibu”, “Bapak” atau “Saudara” tanpa disingkat karena terkesan tidak formal dan sopan

3. Memasukan Unsur-Unsur Penting dalam Surat Lamaran

Surat lamaran pekerjaan adalah surat formal yang memiliki struktur yang jelas. Dengan kata lain, ada beberapa poin penting yang wajib dimasukan dalam surat sehingga tidak boleh asal dalam menulisnya.

Baca Juga:

Pada setiap contoh surat lamaran pekerjaan pasti mencantumkan unsur-unsur krusial, antara lain:

a. Tempat dan Tanggal

Umumnya, penulisan tempat dan tanggal dari penulisan surat ditempatkan pada sebelah pojok kanan atas. Urutannya, tempat penyusunan surat terlebih dahulu kemudian diikuti oleh tanggal tanpa diakhiri dengan tanda titik.

Sebagai contoh:

Jakarta Selatan, 9 Juli 2021

Namun, apabila ingin menggunakan format rata kiri semua, maka bisa meletakkan tempat dan tanggal di sebelah kiri atas.

b. Alamat yang Dituju

Pada bagian bawahnya, tempatkan alamat perusahaan atau instansi yang akan dituju. Urutannya, nama penerima terlebih dahulu kemudian alamat lengkap.

Apabila tidak mengetahui nama spesifik dari pihak HRD yang akan menerima surat, maka cukup cantumkan “Bapak/Ibu”. Contohnya:

Kepada Yth. Bapak/IBU HRD PT Jaya Sekar Mandiri

Jalan Kusuma Raya, Nomor 89, Semarang

Terkadang, ada perusahaan tertentu yang mencantumkan secara jelas kepada siapa surat harus ditujukan. Apabila demikian, maka gunakan nama tersebut sebagai pengganti sapaan “Bapak/Ibu”.

c. Salam dan Kalimat Pembuka Surat

Dalam setiap surat formal, pasti bagian salam dan pembuka wajib disertakan. Kata-kata salam yang paling umum digunakan adalah “Dengan hormat”. Kesannya resmi, sopan, singkat dan jelas.

Setelah itu, tulis kalimat yang bertujuan untuk membuka surat. Umumnya, bagian tersebut diisi dengan informasi dari mana pelamar mengetahui ada lowongan dari perusahaan tersebut. Lengkapi juga bagian pembuka dengan posisi spesifik yang akan dilamar.

Sebagai contoh:

Dengan hormat,

Berdasarkan pamflet yang dipajang pada papan pengumuman di ruang publik, saya bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan sebagai akuntan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

d. Bagian Isi Surat

Selanjutnya adalah isi surat lamaran pekerjaan. Bagian tersebut memuat informasi tentang pelamar yang sifatnya menjual sehingga perusahaan tertarik untuk merekrut.

Tulislah informasi mengenai diri sendiri sesuai fakta dan jelas. Umumnya, data yang dibutuhkan meliputi nama lengkap, tanggal lahir, alamat lengkap, nomor telepon, alamat email dan pendidikan terakhir.

Data tersebut ditulis dalam bentuk daftar dengan titik dua. Apabila ingin menambahkan informasi lain, maka tulis di bagian bawah dalam bentuk paragraf.

Isinya bisa penjelasan singkat tentang jurusan saat menempuh pendidikan, nama sekolah atau universitas dan kemampuan yang dimiliki.

Contohnya:

Saya merupakan lulusan Ilmu Akuntansi dari Universitas Bangsa Jaya. Selama kuliah, saya tergabung dalam Perkumpulan Mahasiswa Akuntansi sebagai sekretaris umum. Saya mampu berkomunikasi dengan efektif dan bekerja dalam tim dengan baik.

e. Lampiran

Bagian ini berisi daftar berkas apa saja yang disertakan dalam surat lamaran pekerjaan. Adapun jenis yang dilampirkan cukup berkas yang penting saja sebagai bukti bahwa pelamar berpotensi mengisi posisi yang sedang kosong.

Contoh berkas yang umum dilampirkan meliputi pas foto berwarna, fotokopi data diri berupa KTP, fotokopi ijazah pendidikan yang terakhir kali ditempuh, riwayat hidup lengkap dan jelas, fotokopi transkrip nilai selama menempuh pendidikan, dan sertifikat prestasi.

f. Bagian Penutup Surat

Surat lamaran pekerjaan wajib diakhiri dengan kalimat penutup. Pada bagian tersebut, isilah dengan ungkapan terima kasih dan harapan agar perusahaan bersedia merekrut. Namun perlu diingat, jangan gunakan kalimat yang kasar dan memaksa.

Sebagai contoh:

Demikian surat lamaran pekerjaan yang saya susun. Saya memiliki harapan agar Bapak/Ibu menjadikan berkas yang saya lampirkan sebagai pertimbangan dan memberikan kesempatan kepada saya untuk melalui tahapan selanjutnya.

g. Tanda Tangan dan Nama Pihak Pelamar

Pada bagian paling bawah surat lamaran, jangan lupa untuk mencantumkan nama lengkap dan tanda tangan.

4. Melampirkan Dokumen Penunjang

Setiap lowongan pekerjaan biasanya mensyaratkan berkas tertentu yang berkaitan dengan posisi yang ditawarkan. Berkas tersebut digunakan sebagai bukti kemampuan pelamar, sehingga perusahaan memiliki bahan pertimbangan.

Maka dari itu, pastikan selalu melengkapi berkas yang disyaratkan oleh perusahaan atau instansi tertentu. Apabila tidak lengkap, maka pelamar dipastikan gagal melewati seleksi administrasi.

Melengkapi dokumen juga bentuk dari keseriusan untuk melamar posisi yang kosong. Pelamar boleh menambahkan berkas lain yang tidak diminta, misalnya piagam penghargaan maupun sertifikat tertentu sebagai penguat agar berkesempatan besar untuk lolos.

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *